Selandia Baru Memperketat Undang-Undang Kontra- Terorisme

Wellington, PUBLIKASI — Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern berjanji untuk memperketat undang-undang kontra-terorisme bulan ini, Sabtu (4/9). Janji itu muncul setelah seorang yang terinspirasi ISIS menggunakan pisau menikam dan melukai tujuh orang di sebuah supermarket.

“Saya berkomitmen, bahwa segera setelah Parlemen dilanjutkan, kami akan menyelesaikan pekerjaan itu itu berarti bekerja untuk meloloskan undang-undang sesegera mungkin, dan paling lambat akhir bulan ini,” kata Ardern dalam konferensi pers.

Pada rancangan perundang-undangan Kontra Teror mengkriminalisasi perencanaan dan persiapan yang mungkin mengarah pada serangan teror. Aturan ketat itu dinilai akan menutup celah yang memungkinkan komplotan untuk tetap bebas.

Namun Ardern mengatakan tidak adil untuk berasumsi bahwa undang-undang yang lebih ketat akan membuat perbedaan dalam kasus ini. “Ini adalah individu yang sangat termotivasi yang menggunakan kunjungan supermarket sebagai perisai untuk serangan. Itu adalah situasi yang sangat sulit,” katanya.

Polisi menembak mati penyerang berusia 32 tahun yang merupakan seorang warga negara Sri Lanka. Dia sebelumnya telah dihukum dan dipenjara.

Ia mengatakan pria itu tiba di Selandia Baru pada 2011 dengan visa pelajar dan tidak diketahui memiliki pandangan ekstrem. Dia menjadi perhatian polisi pada 2016 setelah menyatakan simpati di Facebook atas serangan militan, video kekerasan terkait perang, dan komentar yang mendukung ekstremisme kekerasan. *Ristia

Leave a Comment!