Universitas Bakrie Gelar Pelatihan Produk Ecoprint dengan Teknik Ponding

“Tridarma perguruan tinggi merupakan kewajiban perguruan tinggi dalam menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Jadi suatu perguruan tinggi tidak cukup hanya dengan melaksanakan proses pendidikan dan penelitian saja, melainkan juga harus melaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat adalah kegiatan sivitas akademika yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Sehubungan dengan hal tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bakrie berkolaborasi dengan Yayasan Wangi Bumi Nusantara (YWBN) mengadakan pelatihan pembuatan produk daur ulang sampah menjadi produk ecoprint dengan teknik ponding yang lebih bernilai ekonomis sebagai upaya menambah varian produk Bank Sampah “, ujar Sirin Fairus sebagai salah satu anggota Tim dari Universitas Bakrie di Depok, Minggu (24/10/21).

Kemudian dia juga melanjutkan bahwa meskipun saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19, tetapi tidak menghalangi pelaksanaan tridarma perguruan tinggi dalam menunaikan kewajibannya selama seluruh rangkaian kegiatan tersebut tetap mematuhi protokol kesehatan demi mencegah kemungkinan terjadinya kluster baru penularan virus. Ungkapnya.

Pelatihan tersebut diselenggarakan di Masjid Idzatil dengan lokasi Komplek RRI, Jl Pemancar Raya Kecamatan Sukamjaya, Kota Depok. Bertindak sebagai pelatih adalah pak Sarmili selaku Ketua Umum Komunitas Sukses Bersama Indonesia (KSBI). Adapun peserta pelatihan merupakan perwakilan pengurus Bank Sampah se-Kota Depok yang tergabung dalam Great Green Community. YWBN sendiri awalnya merupakan Forum Komunikasi Bank Sampah Sukmajaya yang berdiri sejak tahun 2011 dan merupakan wadah berkumpulnya masyarakat yang peduli terhadap permasalahan lingkungan, khususnya masalah pengelolaan sampah. Kemudian di akhir 2019 barulah resmi berdiri Yayasan Wangi Bumi Nusantara dengan lokasi di Komplek Deppen RRI, Jl Mesjid Al Muttaqin No 6 RT. 03/01 Ciasalak, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat.

“ Dalam pelatihan, para pengurus Bank Sampah diajak bergerak bersama untuk membuat upcycled product dengan memanfaatkan kain bekas jenis katun atau kaos dan dedaunan. Ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam ecoprint diantaranya bisa menggunakan bahan tekstil berwarna, pewarna alami juga bisa digunakan seperti kunyit dan lain-lain. Prosedur yang benar jika menggunakan bahan baju atau kaos ialah baju harus dibalik terlebih dahulu. Baju hasil ecoprint dapat dicuci di mesin cuci. Teknik cetakan daun pada bahan adalah dengan metode ketukan, jangan berpindah ketukan sebelum satu titik ketukannya penuh. Larutan zat warna dapat dilakukan ketika air mendidih kemudian diberi pewarna. Biasanya menggunakan satu kemasan zat pewarna tersebut dengan 3 liter air. Setelah pencelupan kemudian selanjutnya kain dijemur hingga kering. Harga jual baju hasil ecoprint bisa mencapai lebih dari 400 ribu rupiah. Peserta sangat antusia dengan pelatihan ini, kedepanya peserta diajak mengembangakn hasil produk ecoprint ini dan dapat menyalurkan produknya ke UMKM untuk penjualannya “, pungkas Sirin mengakhiri keterangan.

Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut, Tim dari Universitas Bakrie terdiri dari Ir. Kenny Badjora Lubis, M.Kom, Sirin Fairus, STP, MT., Aqil Azizi, S.PI, M.APPL.Sc., PhD, dan dua orang mahasiswa yaitu Dzakiyyah Tunnufus (Mahasiswa Teknik Lingkungan) dan Hamzah Abdussalam (Mahasiswa Sistem Informasi). Red

Leave a Comment!